Transformasi Supervisi: Menuju Pendampingan yang Bermakna
Pertemuan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) di Kecamatan Arut Selatan kali ini menjadi titik tolak transformasi besar. Fokus utama diskusi adalah mengubah paradigma lama supervisi yang sering dianggap beban administratif menjadi sarana pendampingan guru yang lebih substansial.
Re-orientasi: Dari Hafalan ke Pemikiran Kritis
Ibu Christy menekankan pentingnya Deep Learning (pembelajaran mendalam). Supervisi kini tidak lagi hanya memeriksa kelengkapan RPP, melainkan memantau kualitas interaksi di kelas melalui Tiga Pilar Utama:
Pendekatan Coaching & Alur TIRTA
Untuk mendukung transformasi ini, supervisor (Kepala Sekolah) kini memosisikan diri sebagai mitra melalui pendekatan Coaching. Tidak lagi menghakimi, melainkan berkolaborasi memecahkan hambatan belajar menggunakan alur:
Membangun Ekosistem & Iklim Belajar
Di akhir paparan, ditekankan bahwa supervisi manajerial juga harus berubah. Kepala Sekolah diminta untuk lebih memprioritaskan pembangunan "Iklim Belajar" yang positif di sekolah daripada hanya berfokus pada urusan fisik atau infrastruktur gedung semata.
